Banyak pemilik restoran merasa terbantu oleh marketplace makanan karena kanal ini membuat bisnis lebih mudah ditemukan pelanggan baru. Di sisi lain, potongan platform yang dalam beberapa skema dapat mencapai sekitar 20% per pesanan sering menjadi perhatian, terutama ketika pelanggan yang sama sudah berkali-kali memesan.
Masalahnya bukan berarti marketplace harus ditinggalkan.
Marketplace dapat tetap dipakai untuk mendatangkan pelanggan baru, sementara website pemesanan sendiri dapat digunakan untuk membangun jalur repeat order yang lebih langsung.
Dengan pembagian peran seperti ini, restoran tidak harus memilih antara marketplace atau website sendiri. Keduanya dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda.
Marketplace Tetap Berguna untuk Mendatangkan Pelanggan Baru
Marketplace punya satu keunggulan yang sulit diabaikan: pelanggan sudah berada di sana.
Orang membuka aplikasi karena memang sedang mencari makanan, membandingkan pilihan, melihat promo, atau mencoba restoran yang belum pernah mereka kunjungi. Bagi bisnis kuliner, kondisi ini membuat marketplace menjadi kanal yang berguna untuk mendapatkan exposure dan transaksi pertama.
Untuk restoran baru, marketplace juga dapat membantu memperkenalkan produk kepada pelanggan yang sebelumnya belum mengenal merek tersebut.
Karena itu, persoalannya bukan apakah marketplace masih perlu digunakan.
Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah semua pesanan berikutnya dari pelanggan lama juga harus selalu kembali melalui marketplace?
Repeat Order Punya Karakter yang Berbeda
Pelanggan baru dan pelanggan lama datang dengan konteks yang berbeda.
Pelanggan baru biasanya masih mencari, membandingkan, dan mencoba.
Pelanggan lama sudah mengenal restoran Anda. Mereka mungkin sudah tahu menu favorit, kualitas makanan, kisaran harga, dan pengalaman layanan yang akan mereka dapatkan.
Pada tahap ini, kebutuhan mereka bukan lagi menemukan restoran.
Mereka hanya membutuhkan cara yang mudah untuk memesan kembali.
Jika pelanggan yang sudah loyal tetap selalu diarahkan ke marketplace untuk setiap repeat order, restoran tetap bergantung pada kanal pihak ketiga meskipun hubungan dengan pelanggan sebenarnya sudah terbentuk.
Di sinilah website pemesanan sendiri menjadi relevan.
Website Pemesanan Sendiri sebagai Kanal Repeat Order
Website pemesanan sendiri memberi restoran kanal yang bisa diarahkan langsung kepada pelanggan.
Misalnya, pelanggan yang pernah membeli dapat menerima alamat website melalui WhatsApp, media sosial, struk digital, profil Instagram, atau materi promosi restoran.
Ketika ingin memesan lagi, pelanggan cukup membuka website tersebut tanpa harus mencari restoran dari awal di marketplace.
Secara sederhana, pembagian kanalnya bisa seperti ini:
- Marketplace untuk menjangkau orang yang belum mengenal restoran.
- Website sendiri untuk memudahkan pelanggan yang sudah pernah membeli.
- WhatsApp atau kanal pelanggan lain untuk mengingatkan mereka agar kembali.
Strategi ini tidak harus diterapkan secara kaku. Pelanggan tetap bebas memilih kanal yang paling nyaman.
Tujuannya adalah memberi restoran alternatif agar repeat order tidak sepenuhnya bergantung pada marketplace.
Mengapa Website Sendiri Penting untuk Restoran?
Ada beberapa alasan praktis.
1. Restoran punya jalur pemesanan langsung
Pelanggan tidak perlu mencari ulang nama restoran di antara banyak pilihan.
Anda bisa mengarahkan mereka langsung ke halaman pemesanan yang memang milik bisnis Anda.
2. Hubungan dengan pelanggan lebih mudah dibangun
Ketika pelanggan berinteraksi langsung dengan kanal restoran, bisnis memiliki lebih banyak kesempatan untuk membangun hubungan jangka panjang.
Misalnya dengan memberikan informasi menu baru, promo khusus pelanggan lama, atau pengingat untuk melakukan repeat order melalui kanal yang memang Anda kelola.
3. Ketergantungan pada satu kanal berkurang
Marketplace tetap dapat digunakan, tetapi bisnis tidak hanya memiliki satu pintu masuk pesanan.
Jika restoran memiliki marketplace, website, WhatsApp, dan kanal langsung lainnya, pemilik memiliki lebih banyak pilihan untuk mengatur strategi penjualan.
4. Pelanggan lama tidak perlu melalui proses penemuan dari awal
Pelanggan yang sudah tahu ingin membeli dari Anda tidak membutuhkan halaman pencarian yang panjang.
Mereka hanya membutuhkan menu, pilihan produk, dan cara memesan yang sederhana.
Website sendiri dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Bukan Marketplace atau Website, tetapi Marketplace dan Website
Pendekatan yang lebih masuk akal bukan mengganti marketplace sepenuhnya.
Gunakan marketplace untuk kekuatannya: discovery dan akuisisi pelanggan baru.
Gunakan website sendiri untuk kekuatannya: memberikan jalur pemesanan langsung bagi pelanggan yang sudah mengenal restoran.
Contohnya:
Seorang pelanggan menemukan restoran melalui marketplace dan melakukan pesanan pertama.
Pesanan datang dengan baik, pelanggan puas, lalu restoran memperkenalkan kanal pemesanan langsungnya melalui materi yang tersedia.
Ketika pelanggan ingin membeli lagi beberapa hari kemudian, ia memiliki dua pilihan: kembali melalui marketplace atau memesan langsung melalui website restoran.
Semakin mudah kanal langsung tersebut digunakan, semakin besar peluang pelanggan memilihnya untuk repeat order.
Bagaimana Website Pemesanan Mibebi Bekerja?
Mibebi Kasir menyediakan website untuk restoran yang juga dapat digunakan sebagai kanal pemesanan.
Website tersebut menjadi bagian dari ekosistem Mibebi dan terhubung dengan alur pemesanan restoran. Dengan demikian, pemilik tidak perlu membangun website pemesanan dari nol hanya untuk mulai memiliki kanal langsung.
Bagi pemilik restoran yang selama ini hanya menerima pesanan dari marketplace, fitur seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk membangun jalur pemesanan sendiri.
Yang penting, website tersebut tidak sekadar ada. Pelanggan perlu mengetahui bahwa kanal tersebut tersedia.
Cara Mengarahkan Pelanggan Lama ke Website Sendiri
Mulailah dari titik kontak yang sudah dimiliki restoran.
Beberapa cara sederhana:
- cantumkan alamat website pada bio Instagram;
- kirimkan link ketika pelanggan menghubungi lewat WhatsApp;
- tampilkan QR atau link pada struk dan materi restoran;
- gunakan website sebagai tujuan ketika membagikan promo ke pelanggan lama;
- pastikan menu, harga, dan cara memesan mudah dipahami.
Tidak perlu memaksa pelanggan berpindah kanal.
Fokusnya adalah membuat website sendiri cukup mudah sehingga pelanggan memilihnya karena praktis.
Ukur dari Perilaku Repeat Order
Setelah website mulai digunakan, jangan hanya melihat jumlah kunjungan.
Perhatikan apakah pelanggan yang pernah membeli mulai menggunakan kanal langsung saat melakukan pemesanan berikutnya.
Beberapa pertanyaan yang bisa dipakai untuk evaluasi:
- Apakah pelanggan mengetahui bahwa restoran memiliki website pemesanan?
- Apakah proses pesan cukup sederhana?
- Apakah link website mudah ditemukan?
- Apakah pelanggan lama kembali memesan melalui kanal langsung?
- Apakah tim restoran aktif mengarahkan pelanggan ke kanal tersebut tanpa mengganggu pengalaman mereka?
Jawaban atas pertanyaan ini membantu restoran memperbaiki jalur repeat order dari waktu ke waktu.
Gunakan Setiap Kanal Sesuai Fungsinya
Marketplace dan website sendiri tidak harus menjadi dua pilihan yang saling menggantikan.
Marketplace dapat membantu restoran ditemukan pelanggan baru.
Website sendiri dapat menjadi kanal yang lebih langsung bagi pelanggan yang sudah mengenal dan mempercayai restoran.
Dengan pembagian peran seperti ini, restoran tetap bisa memanfaatkan arus pelanggan baru dari marketplace sambil membangun jalur repeat order yang lebih terkendali.
Bagi pemilik restoran, tujuan akhirnya bukan sekadar mengurangi biaya satu transaksi. Yang lebih penting adalah membangun sistem penjualan di mana pelanggan baru tetap datang, sementara hubungan dengan pelanggan lama semakin kuat dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu platform.